Ford Fiesta 1.0 EcoBoost
Berkat EcoBoost, Fiesta menyuguhkan performa berbeda
DETAILS
- Make Ford
- Model Fiesta
- Edition EcoBoost
So Good - Efisiensi bahan bakar - Tenaga dan torsi besar - Fitur-fitur canggih
No Good - Belum ada paddle shift - Kurang pengunci pintu otomatis
Rasanya belum lama kami menguji kemampuan Ford Fiesta 1.5 di antara Yogyakarta dan Solo, kini kami sudah diajak berkenalan lagi dengan saudara sekandungnya, Ford Fiesta 1.0 EcoBoost di Chiang Mai, Thailand. Inilah Fiesta dengan jantung pacu EcoBoost, mesin yang meraih gelar International Engine of The Year 2013, yang digadang oleh Ford mempunyai tenaga dan tingkat efisiensi bahan bakar lebih hebat.
Dari tampilan eksteriornya, Fiesta EcoBoost memang tampak sangat mirip dengan saudaranya, baik model hatchback maupun sedan. Perbedaan tampilan hanya tampak pada lampu belakang yang ditambahkan sentuhan krom dan ubahan minor di bawah lampu kabut depan. Namun perbedaan terbesar memang disuguhkan oleh penggunaan mesin berbeda yang disebut-sebut sebagai salah satu mesin 1,0 liter terbaik di dunia. Hal inilah yang membuat saya rasanya tak sabar mengetahui sebesar apa perbedaannya.
Pada kesempatan pertama, kami mendapatkan Ford Fiesta EcoBoost hatchback sebagai mobil pertama untuk dicoba. Di balik kap mesin Fiesta EcoBoost, tertancap mesin 1,0 liter berbahan bakar bensin yang disokong oleh turbocharger. Pengujian yang dilakukan di jalanan kota Chiang Mai dapat dikatakan cukup lengkap, jalanan lurus, variasi tikungan, tanjakan dan turunan dengan total pengujian sejauh 236 km bisa dibilang cukup untuk mengetahui gambaran umum kemampuan mobil ini.
Di awal perjalanan yang dimulai dari Hotel Holiday Inn Chiang Mai, kami langsung dihadapkan dengan trek lurus, dan agresifitas EcoBoost yang dipadukan dengan transmisi otomatis 6-percepatan memberikan akselerasi yang terasa impresif. Klaim akselerasi 0 – 100 kpj yang dapat ditempuh hanya dengan 11,4 detik bukan tak mungkin dapat diraih. Mobil ini terasa lebih agresif dibandingkan Fiesta bermesin 1.5 liter.
Mesin 1.0 liter yang menggabungkan teknologi direct injection, turbocharger dan variable valve tak hanya menghasilkan tenaga spontan, namun juga efisiensi bahan bakar maksimal. Kompresi mesin 10:1, tentunya memerlukan asupan bahan bakar dengan RON 92 untuk memaksimalkan kemampuannya. Meski diklaim tetap dapat menenggak bensin ber-RON 88 saat dipasarkan di Indonesia, namun hal ini dipastikan akan membuat kinerja mesin tak optimal dan berimbas pada ketahanan mesin.
Memasuki jalanan yang menanjak dan berliku Fiesta juga memberikan impresi yang cukup mengagumkan. Torsi maksimum mesin EcoBoost sebesar 170 Nm yang sudah dapat didapat pada 1.400 rpm, tak hanya memberikan dorongan yang diperlukan dalam menghadapi medan jalanan, namun juga efisiensi bahan bakar berkat putaran mesin yang relatif rendah. Klaim pihak Ford, konsumsi bahan bakar Fiesta EcoBoost ini dapat mencapai 18,9 kpl. Puncak tenaga sebesar 125 hp pada 6.000 rpm juga memberikan kemampuan meraih kecepatan tinggi dengan mudah saat menghadapi jalanan lurus kembali.
Kunci efisiensi yang ditawarkan oleh Fiesta ini antara lain adalah penggunaan turbocharger kecil berkecepatan tinggi yang dapat berputar hingga 248.000 rpm. Tak hanya menyediakan respon performa seketika, namun sekaligus penghematan bahan bakar. Selanjutnya adalah sistem split cooling, yaitu metode pengelolaan suhu mesin yang memungkinkan pendingin mengikuti dua jalur, satu ke blok silinder dan satunya lagi menuju ke kepala silinder.
Hal ini membuat mesin lebih cepat panas sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat dan rendah emisi.
Selain itu, exhaust manifold pada mesin EcoBoost juga telah terintegrasi dengan kepala silinder. Dengan dicetak langsung ke kepala silinder – tidak hanya menempel seperti mesin pada umumnya – hal ini dapat memangkas bobot mesin hingga satu kilogram, serta memastikan campuran bahan bakar dan udara lebih optimal sehingga membantu pemanasan mesin yang lebih cepat. Hal ini tentu saja menghasilkan penghematan bahan bakar dan mesin yang lebih responsif.
Setelah perjalanan sejauh 90 km, di kawasan Botanic Resort Chiang Mai, kami menukar hatchback yang kami kemudikan dengan Fiesta EcoBoost sedan berlabel ‘Titanium’. Tak ada perbedaan teknologi di antara keduanya selain bentuk dan dimensi berbeda. Bertambahnya bobot akibat penambahan bagasi pada Fiesta sedan nyaris tak membedakan performa yang ditawarkannya.
Seperti yang ditawarkan pada Fiesta sebelumnya, di balik badannya Fiesta EcoBoost masih menawarkan chassis dengan pengendalian yang menyenangkan. Belum lagi tambahan fitur Electronic Stability Program (ESP) dan Pull-Drift Compensation cukup memberikan bantuan bagi pengemudi dalam mengendalikan mobil ini. Fitur Pull-Drift Compensation sendiri bekerja mendeteksi kondisi permukaan jalan yang cembung atau angin dari samping, dan menyesuaikan elektric power steering yang membantu pengemudi menyeimbangkan pengendalian Fiesta.
Di balik keunggulan yang tersemat dalam Fiesta EcoBoost, sangat disayangkan mobil ini belum menawarkan paddle shift sebagai salah satu fitur pengendaraannya. Meski sudah menggunakan power shift berupa tombol (+) dan (-) untuk memindahkan gear yang terpasang pada tuas transmisi, namun masih memberikan sensasi pengendaraan yang tidak seasyik menggunakan paddle shift.
Satu lagi adalah soal pengunci pintu otomatis. tak seperti beberapa rival di kelasnya, kunci pintu pada Fiesta tak mengunci secara otomotis jika mobil telah berjalan. Memang terasa bukan sebuah hal besar, namun cukup memberikan rasa aman saat berkendara.
Di bagian interior, kabinnya masih sama dengan model Fiesta lama. Di kursinya, Fiesta EcoBoost berbalut kulit parsial yang memberi kesan sporty. Selain itu, teknologi komunikasi dan hiburan unggulan Ford, SYNC yang menghubungkan pengemudi dengan smartphone juga menjadi salah satu nilai jual mobil ini.
Secara keseluruhan, Fiesta EcoBoost menjadi mobil yang menyuguhkan fitur canggih paling lengkap di kelasnya. Penggunaan tombol Start/Stop, Smart Keyless Entry, Electric Power-Assisted Steering (EPAS), dual airbag, Electronic Stability Program (ESP), Rear Parking Sensor, serta Hill Launch Assist adalah sederet fitur yang akan Anda dapatkan jika meminangnya.
Tak heran, meski bermesin lebih kecil, namun mobil ini akan menjadi varian tertinggi yang ditawarkan PT Ford Motor Indonesia (FMI) di Tanah Air. Meski pihak FMI masih belum mau membocorkan harga pastinya, namun angkanya dipastikan akan lebih mahal dari Ford Fiesta 1.5 S Sport yang saat ini dijual seharga Rp 228,8 juta. Tertarik? Anda tetap harus bersabar karena mobil ini baru akan dipasarkan pada kuartal pertama tahun 2014.
Dari tampilan eksteriornya, Fiesta EcoBoost memang tampak sangat mirip dengan saudaranya, baik model hatchback maupun sedan. Perbedaan tampilan hanya tampak pada lampu belakang yang ditambahkan sentuhan krom dan ubahan minor di bawah lampu kabut depan. Namun perbedaan terbesar memang disuguhkan oleh penggunaan mesin berbeda yang disebut-sebut sebagai salah satu mesin 1,0 liter terbaik di dunia. Hal inilah yang membuat saya rasanya tak sabar mengetahui sebesar apa perbedaannya.
Pada kesempatan pertama, kami mendapatkan Ford Fiesta EcoBoost hatchback sebagai mobil pertama untuk dicoba. Di balik kap mesin Fiesta EcoBoost, tertancap mesin 1,0 liter berbahan bakar bensin yang disokong oleh turbocharger. Pengujian yang dilakukan di jalanan kota Chiang Mai dapat dikatakan cukup lengkap, jalanan lurus, variasi tikungan, tanjakan dan turunan dengan total pengujian sejauh 236 km bisa dibilang cukup untuk mengetahui gambaran umum kemampuan mobil ini.

Mesin 1.0 liter yang menggabungkan teknologi direct injection, turbocharger dan variable valve tak hanya menghasilkan tenaga spontan, namun juga efisiensi bahan bakar maksimal. Kompresi mesin 10:1, tentunya memerlukan asupan bahan bakar dengan RON 92 untuk memaksimalkan kemampuannya. Meski diklaim tetap dapat menenggak bensin ber-RON 88 saat dipasarkan di Indonesia, namun hal ini dipastikan akan membuat kinerja mesin tak optimal dan berimbas pada ketahanan mesin.
Memasuki jalanan yang menanjak dan berliku Fiesta juga memberikan impresi yang cukup mengagumkan. Torsi maksimum mesin EcoBoost sebesar 170 Nm yang sudah dapat didapat pada 1.400 rpm, tak hanya memberikan dorongan yang diperlukan dalam menghadapi medan jalanan, namun juga efisiensi bahan bakar berkat putaran mesin yang relatif rendah. Klaim pihak Ford, konsumsi bahan bakar Fiesta EcoBoost ini dapat mencapai 18,9 kpl. Puncak tenaga sebesar 125 hp pada 6.000 rpm juga memberikan kemampuan meraih kecepatan tinggi dengan mudah saat menghadapi jalanan lurus kembali.

Hal ini membuat mesin lebih cepat panas sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat dan rendah emisi.
Selain itu, exhaust manifold pada mesin EcoBoost juga telah terintegrasi dengan kepala silinder. Dengan dicetak langsung ke kepala silinder – tidak hanya menempel seperti mesin pada umumnya – hal ini dapat memangkas bobot mesin hingga satu kilogram, serta memastikan campuran bahan bakar dan udara lebih optimal sehingga membantu pemanasan mesin yang lebih cepat. Hal ini tentu saja menghasilkan penghematan bahan bakar dan mesin yang lebih responsif.
Setelah perjalanan sejauh 90 km, di kawasan Botanic Resort Chiang Mai, kami menukar hatchback yang kami kemudikan dengan Fiesta EcoBoost sedan berlabel ‘Titanium’. Tak ada perbedaan teknologi di antara keduanya selain bentuk dan dimensi berbeda. Bertambahnya bobot akibat penambahan bagasi pada Fiesta sedan nyaris tak membedakan performa yang ditawarkannya.

Di balik keunggulan yang tersemat dalam Fiesta EcoBoost, sangat disayangkan mobil ini belum menawarkan paddle shift sebagai salah satu fitur pengendaraannya. Meski sudah menggunakan power shift berupa tombol (+) dan (-) untuk memindahkan gear yang terpasang pada tuas transmisi, namun masih memberikan sensasi pengendaraan yang tidak seasyik menggunakan paddle shift.
Satu lagi adalah soal pengunci pintu otomatis. tak seperti beberapa rival di kelasnya, kunci pintu pada Fiesta tak mengunci secara otomotis jika mobil telah berjalan. Memang terasa bukan sebuah hal besar, namun cukup memberikan rasa aman saat berkendara.
Di bagian interior, kabinnya masih sama dengan model Fiesta lama. Di kursinya, Fiesta EcoBoost berbalut kulit parsial yang memberi kesan sporty. Selain itu, teknologi komunikasi dan hiburan unggulan Ford, SYNC yang menghubungkan pengemudi dengan smartphone juga menjadi salah satu nilai jual mobil ini.

Tak heran, meski bermesin lebih kecil, namun mobil ini akan menjadi varian tertinggi yang ditawarkan PT Ford Motor Indonesia (FMI) di Tanah Air. Meski pihak FMI masih belum mau membocorkan harga pastinya, namun angkanya dipastikan akan lebih mahal dari Ford Fiesta 1.5 S Sport yang saat ini dijual seharga Rp 228,8 juta. Tertarik? Anda tetap harus bersabar karena mobil ini baru akan dipasarkan pada kuartal pertama tahun 2014.
Data Fakta
Mesin
| Bahan Bakar | bensin |
| Instalasi | Duratec 4 silinder 999 cc |
| Tenaga | 125 hp @ 6.000 rpm |
| Torsi | 170 Nm @ 1.400 – 4.500 rpm |
Transmisi
| Tipe | otomatis, 6-speed |
Performa (kpj)
| 0-100 | 11.4 detik |
Konsumsi bahan bakar
| Kota | 18,9 kpl (klaim) |
| Ukuran tangki | 42.8 liter |













0 komentar:
Posting Komentar